Agustus 1st, 2008 Nurdin Sidik
Jum’at, 01-08- 2008 – oleh : admin
Selain sistem operasi minimal windows 95 dan sistem operasi lainnya seperti Linux, untuk dapat terkoneksi dengan internet diperlukan perangkat keras yang mendukungnya. Secara umum agar komputer dapat terhubung dengan internet, perangkat keras yang dibutuhkan adalah :
1. Modem dial up (internal/eksternal)/Kabel Modem/Modem ADSL
Modulator demodulator (Modem) berfungsi mengubah gelombang analog menjadi sinyal digital dan sebaliknya mengubah sinyal digital menjadi gelombang analog dari kabel telepon sehingga komputer dapat terkoneksi dengan internet. Komputer bekerja hanya mengenal bilangan digital, gelombang pada jaringan telepon adalah gelombang analog, untuk dapat oleh komputer penerima maka gelombang tersebut diubah menjadi sinyal digital oleh modem. Sebaliknya ketika komputer bekerja dengan bilangan digital dan ketika data akan dikirim ke pengguna lainnya dalam internet, sinyal digital akan diubah menjadi gelombang analog oleh modem. Untuk Personal Computer (PC), biasanya menggunakan modem dial up yang dihubungkan dengan line telepon. Secara fisik, modem dial-up dibagi dua yaitu modem internal yang dipasang didalam komputer pada slot ekspansi yang tersedia dan modem eksternal yang dipasang dengan menggunakan kabel communication atau serial. Kecepatan modem dihitung dalam kbps (kilobit per second). Modem internal memiliki kecepatan untuk men-download informasi 56 kbps. Pada penggunaan akses dial up, ketika komputer tersambung ke server ISP, pelanggan akan dibebani biaya pulsa telepon plus layanan ISP yang jumlahnya bervariasi tergantung lamanya koneksi.
Selain modem dial-up terdapat pula modem ADSL (Asymetric Digital Subscriber Line). Modem ADSL memiliki kecepatan yang tinggi, dikembangkan dengan teknologi Discrete MutliTone (DMT). Dalam mengakses internet, ADSL dapat menggunakan line telepon. Pengguna ADSL diharuskan mendaftar terlebih dahulu ke ISP (Internet Service Provider). Untuk jenis Cable Modem menggunakan line TV Kable. Di Indonesia Anda dapat menggunakan layanan dari TV Kabel, yaitu kabelvision. Cable Modem mempunyai kecepatan akses yang tinggi. Untuk dapat mengakses internet melalui Cable Modem pengguna diharuskan melakukan pendaftaran terlebih dahulu kepada penyedia jasa TV kabel dan ISP (Internet Service Provider). Pemasangan jaringan internet dengan cable modem lebih rumit dibandingkan dengan jenis modem lainnya. Pendaftaran untuk akses internet dengan modem cable menggunakan MAC Address (Media Access Control Address). Ketika cable modem rusak, Anda harus mendaftarkan kembali MAC Address baru untuk cable modem baru. Sedangkan pada modem ADSL atau Dial up, ketika modem rusak kita dapat langsung menggunakan modem baru tanpa harus mendaftarkan kembali ke ISP.Kecepatan sebuah modem diukur dengan satuan bps (bit per second) atau kbps (kilobit per second). Kecepatan modem dial up bervariasi antara 300 bps hingga 56 kbps, umumnya berkisar antara 14.4 hingga 56,6 kbps. Makin tinggi kecepatannya maka akan mempersingkat waktu koneksi hingga menghemat biaya pulsa telepon. Dalam aliran data internet, terdapat istilah yang disebut dengan upstream dan downstream. Upstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lokal ke komputer lain melalui sebuah network, sedangkan downstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lain ke komputer lokal melalui sebuah network.
Berdasarkan proses kerjanya, modem dibagi menjadi dua yaitu hardware modem dan software modem. Hardware modem adalah modem yang bekerja menggunakan chip khusus untuk menangani fungsi fungsi komunikasi data, sedangkan pada software modem pekerjaan dilakukan oleh sebuah program driver. Penggunaan software modem akan membebani kerja CPU, untuk itu diperlukan komputer dengan processor yang memiliki kecepatan tinggi misalnya Pentium 4. Umumnya, modem dial up yang dijual adalah modem berbasis software dimana harganya lebih murah dibandingkan hardware modem.
2. Line Telepon, Cable TV, ISDN, Satelit, Handphone
Selain modem sebagai perangkat keras yang dapat menghubungkan komputer ke Intenet, diperlukan line telepon. Selanjutnya pengguna komputer harus mendaftar ke ISP yang melayani akses dial up misalnya indosat, telkom dan cbn. Saat ini, dengan line telepon dan modem dial up, kita tidak diharuskan mendaftar lagi ke ISP, yaitu dengan menggunakan paket telkomnet instant yang secara langsung dapat melakukan akses internet. Sedangkan untuk jaringan internet lainnya untuk modem dial up harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu ke ISP misalnya cbn.net dan Indosatnet.
Selain line telepon, untuk akses internet dapat pula melalui TV Kabel, modem yang digunakan adalah Cable Modem. Layanan akses cable modem dapat melalui jaringan TV Kabel dengan ISP diantaranya cbn, indosat, linknet, centrin dan mynet. Penggunaan antara jaringan telepon dan jaringan TV Kabel terdapat perbedaan dalam hal kecepatan akses dan transfer data.
Selain akses internet melalui modem, dapat pula memanfaatkan teknologi ISDN (Integrated System Digital Network) dan Satelit. Teknologi ini masih tergolong mahal untuk digunakan oleh perorangan. Perusahan-perusahan besar atau organisasi telah banyak yang menggunakannya. Layanan ISDN disediakan oleh ISP yang disebut dengan NSP (Network Service Provider). ISDN adalah jaringan digital yang memberikan berbagai macam pelayanan jasa telekomunikasi yang berlaku di seluruh dunia, dan merupakan tansisi sistem telepon analog ke sistem digital. ISDN memungkinkan transmisi gabungan semua dan setiap informasi yang mecakup suara, gambar, surat kabar, diagram dan videoconferencing. ISDN diperkenalkan pada tahun 1970 di Eropa. Teknologi ISDN mampu melakukan transfer data hingga kecepatan 128 kbps (kilo bit per second). Akses internet satelit dapat pula melalui VSAT (Very Small Aperture Terminal). Konfigurasi VSAT yang banyak dipakai dan diterapkan dalam sistem multimedia adalah berbentuk star. Dalam konfigurasi VSAT ada tiga komponen utama yang dibutuhkan, yaitu :
a. Stasiun Hub, merupakan hub berbentuk piringan yang besar yang dipasangkan menghadap langsung ke satelit. sebagai pengatur semua lalu lintas atau rute data pada jaringan VSAT. Setiap terminal VSAT lain (piringan kecil) mengirim atau menerima data harus melalui stasiun hub terlebih dahulu.
b. Satelit, disebut juga dengan transfoder yang merelay sinyal dari terminal satu ke terminal lainnya. Satelit yang umumnya digunakan adalah satelit GEO ( Geostationer Earth Orbiting)
c. Terminal VSAT, Terminal yang berbentuk piringan dengan ukuran lebih kecil dari statsiun hub. Terminal VSAT ditempatkan pada pelanggan dengan menghadap langsung pada satelit GEO yang digunakan. Bandwitdh besar menggunakan piringan lebih kecil dan sebaliknya bandwidth kecil menggunakan piringan yang lebih besar.
Dengan cakupan antena yang luas maka Hub akan mentransmisikan sinyal ke satelit dan satelit merelay dan mendistribusikannya dalam cakupan antena satelit yang kemudian diterima oleh terminal masing masing pelanggan. Terminal melakukan permintaan pelayanan dengan mentransmisikan sinyal ke satelit dan diteruskan oleh satelit ke Hub. Untuk itu, pada satelit setidaknya ada dua kanal transponder, satu untuk merelay sinyal forward dari Hub ke terminal dan satu transponder lagi untuk merelay sinyal return yang dikirim dari terminal ke Hub. Dalam konfigurasi star ini, karakteristik satelit yang dipergunakan sangat berpengaruh terhadap kinerja sistem VSAT. Makin baik karakteristik dari satelit terutama dari daya dan pengaruh derau maka akan makin murah dan praktis di sisi terminal VSAT.
Untuk pelanggan VSAT, ada beberapa perangkat yang dibutuhkan untuk dapat mengakses internet, yaitu
a. ODU (OutDoor Unit), yaitu transceiver yang diletakkan di luar (OutDoor Unit) dan harus sejajar dengan lintasan satelit yang digunakan.
b. IDU (InDoor Unit) yang berbentuk seperti router pada umumnya. IDU merupakan peralatan yang digunakan di dalam (InDoor Unit) dan berfungsi sebagai alat interface antara tranceiver dengan peralatan komunikasi seperti PC (Personal Computer).
Selain jaringan dengan satelit VSAT, akses internet dapat dilakukan pula melalui saluran kabel listrik yaitu dengan menumpangkan aliran data. PLN DKI Jakarta sedang mengkaji dan mengujicobakan akses internet dengan aliran data melalui kabel listrik. Pada negara negara maju, penggunaan saluran kabel listrik untuk mengakses internet sudah mulai dimasyarakatkan.
Internet juga dikembangkan untuk media wireless (tanpa kabel) dengan memanfaatkan telepon seluler atau telepon genggam (handphone). Protokol yang digunakan disebut dengan WAP (Wireless Application Protocol). WAP merupakan hasil kerjasama antarindustri untuk membuat sebuah standar yang terbuka (open standard) yang berbasis pada standar internet. WAP bekerja dengan modus teks dengan kecepatan 9,6 kbps. Selain WAP, dikembangkan pula teknologi GPRS (General Packet Radio Service) yang memiliki kecepatan lebih tinggi dibandingkan dengan WAP yaitu hingga 115 kbps dengan dukungan aplikasi grafis dan multimedia. Saat ini, terdapat teknologi 3G (Third Generation) pada telepon selular berbasis CDMA (Code Division Multiple Access), dimana 3G memiliki kecepatan transfer data hingga 230 kbps
TEKNOLOGI WIRELESS INTERNET
March 23, 2008 in Uncategorized | No comments
Pilih Colok USB atau Pakai Handphone Saja
posted by kontan on 08/30/07
PERSAINGAN bisnis seluler yang super ketat membuat para operator saling bersaing memanjakan dan memberikan variasi layanan bagi para pelanggannya. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan layanan berbasis akses internet. Telkomsel, misalnya, mengeluarkan Telkomsel Flash, Exelcomindo menelorkan XL Data Card, serta Esia dengan Wimode.
Biasanya, kalau sudah begini, masing-masing operator seluler mencoba memikat pelanggan dengan berbagai macam tawaran. Selain tarif murah, teknologi terbaru dan tercanggih juga menjadi gula-gula pemanis untuk menggaet calon pelanggan. Tentu saja, janji kecepatan akses yang tinggi ikut mewarnai masing-masing tawaran itu.
Nah, bicara tentang teknologi akses internet tanpa kabel melalui provider seluler, kini ada banyak ragamnya. Sebut saja, teknologi GPRS, EDGE, 3G, HSDPA, 2000-1x, serta teknologi EVDO. Dari banyak istilah itu, perbedaan paling mendasar terletak kecepatan aksesnya. Tentu saja, itu pula yang membedakan tarif yang harus dibayar oleh para pelanggan.
Teknologi CDMA 2000-1X dan EVDO digunakan oleh operator seluler yang berbasiskan CDMA. Di Indonesia, mereka adalah Bakrie Telecom, Mobile-8, serta Telkom Flexi. Sedangkan teknologi GPRS, EDGE, 3G, maupun teknologi terbaru HSDPA, dipakai para operator yang berbasiskan teknologi GSM. Di Indonesia, tentu Anda tahu, mereka adalah Indosat, Telkomsel, serta Exelcomindo,
Teknologi GPRS pada GSM menjanjikan kecepatan lalu lintas data hingga maksimal 115 kilobytes per second (kbps). Bandingkan dengan teknologi 3Gyang bisa mencapai kecepatan maksimal 384 kbps. Adapun teknologi tercepat saat ini adalah HSDPAdengan kecepatan maksimal mencapai 3,6 megabytes per second (mbps).
Lalu, pada kelompok teknologi berbasiskan CDMA, teknologi 2000-1x hanya menghasilkan kecepatan hingga 150 kbps. “Teknologi wireless tercepat dalam CDMA itu adalah EVDO yang bisa mencapai 3 mbps, ” kata M. Anis Yunianto Vice President Wimode/Wifone Sales, PT Bakrie Telecom.
Meskipun bukan yang tercepat, secara teknis layanan CDMA 2000-1x memiliki layanan data yang cukup luas karena memiliki fitur dan data service pada setiap BTS. Teknologi CDMA 2000-1x sangat cocok untuk pengguna yang benar-benar mobile. “Kelebihan kami bisa dipakai secara mobile, ” kata Anis berpromosi. Maksudnya bukan diadu dengan sesama teknologi wireless, lo, namun apabila dibandingkan dengan akses internet pakai kabel.
Untuk memudahkan pelanggan, para operator seluler juga menawarkan perangkat keras berupa USB modem mobile. Melalui peralatan inilah, sebuah laptop atau komputer desktop bisa mengakses internet melalui layanan provider ponsel tadi.
Cuma, tawaran ini tak selamanya bersambut positif. Banyak pelanggan lebih suka memanfaatkan ponsel mereka sebagi modem. “Dari pelanggan HSDPA kami, sekitar 80% lebih memilih telepon genggam yang dipakai sebagai modem, hanya 20% yang menggunakan USB modem mobile, ” kata Arief Pradetya, Broadband Produk Telkomsel.
Tentu saja, setiap pilihan memiliki kelemahan dan juga kelebihan. Perangkat USBmodem mobile mempunyai kelebihan bisa langsung dicolokkan ke notebook sesuai dengan spesifikasi akses jaringan. Berbeda dengan pelanggan yang menggunakan telepon genggam. Tak semua handphone mempunyai fitur yang bisa mengakses layanan jaringan wireless ini. “Masih banyak pelanggan yang lebih memilih handphone sebagai modem karena pertimbangan harga, ” kata Arief. Maklum, harga sebuah USB modem mobile memang cukup tinggi bila dibandingkan dengan harga sebuah handphone yang kadang sudah terselip di kantong.
Hanya saja, tak ada teknologi yang sempurna. Ada juga kelemahan yang terdapat pada teknologi wireless internet. Bahkan teknologi terbaru, seperti HSDPA yang biasa dipakai oleh operator GSM, juga memiliki kelemahan itu.
Meski bisa menekan harga dan memiliki kecepatan yang tinggi, tak jarang terjadi pengurangan kecepatan secara tiba-tiba. Rupanya, itu terjadi lantaran operator HSDPA menerapkan sistem paket akses. Gampangnya, jika terjadi banyak akses pada secara bersamaan, otomatis kecepatan berkurang. “Pelanggan harus berbagi kecepatan dengan pelanggan lain yang menggunakan BTS sama,” jelas Arief.
Menurutnya dalam satu kawasan, satu zona BTS idealnya hanya dipakai oleh 16 pelanggan yang melakukan akses secara bersamaan. “Kalau lebih dari jumlah itu, lebih baik langsung terhubung dengan akses 3Gsaja,” jelas Arief.
Sejatinya, kelemahan ini juga terjadi pada perangkat teknologi berbasis CDMA. “Hal itu lazim terjadi, biasanya kami menambah kapasitas kecepatan,” kata Anis. Untuk itu, para penyedia layanan akses internet wireless harus pandai-pandai menambah dan menempatkan BTS. “Pada dasarnya bukan hanya masalah kecepatan akses, tapi bagaimana mengimbangi pertumbuhan pelanggan dengan jumlah BTS yang ada,” kata Merza Fachys, Chief Corporate Affair PT Mobile 8, provider Fren.
Perkara kecepatan ini memang sering menjadi keluhan para pelanggan. Tak seperti tertera pada brosur atau iklan di media massa, banyak pelanggan yang mengeluh mendapatkan akses yang lelet. “Harap maklum, memang pada lokasi-lokasi yang belum masuk dalam katagori layanan HSDPA, kecepatan akses internet berkurang dan berbeda-beda. Tapi, kami tetap berusaha untuk terus menambahkannya, ” kata Arief, berusaha meyakinkan.